Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh..
Mungkin ini post pertama saya di tahun ini (2018). Karena kesibukan
dan banyak deadline akhirnya sempat juga menulis disini lagi.
Berawal dari ngobrol bareng teman sesama pecinta tanaman
tin/fig/ara. Saat itu kami asik membahas perkembangan dari masing-masing pohon
yang kita pelihara, yang rata-rata pertumbuhan tunas dan akar kurang maksimal. Kita
berpikir diluar sana banyak dijual pupuk perangsang/penumbuh tanaman yang
kebanyakan sintestis/kimia. Dari hal itu kami bertanya-tanya, adakah pupuk
perangsang yang alami/organik?
Dari situ kami memanfatkan guru besar kami (google) untuk
mecari cara membuat ataupun meracik pupuk organik sendiri, dan ternyata caranya
sangat mudah bahkan bahannya sering kita jumpai di rumah kita. “Bawang Merah” ya itu dia bumbu masak yang tak pernah absen
dalam makanan sehari-hari kita. Pertanyaannya kok bisa? Bagaimana caranya? Sebelum
membahas caranya mungkin kita belajar dulu tentang pemahaman bawang merah dan
kenapa bisa dijadikan perangsang tunas/akar.
Bawang merah/Brambang (jawa) atau dalam ilmiahnya disebut (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) yang aslinya berasal dari daerah iran dan Pakistan.
Dalam bawang merah ini terkandung banyak senyawa yang dibutuhkan
untuk memacu pertumbuhan, diantaranya Vitamin B1 (Thiamin) untuk pertumbuhan
tunas, riboflavin untuk pertumbuhan tanaman, Allicin dan juga zpt auksin maupun
rhizokalin yang dapat merangsang pertumbuhan akar. Allicin dan Thiamin akan
membentuk ikatan allithiamin yang mudah diserap oleh sel tumbuhan dan membentuk
efek fisiologis dalam pertumbuhan tunas dan daun. sedangkan Auksin bisa memacu
protein tertentu yang dapat mengaktifkan enzim untuk memacu pemanjangan sel
tumbuhan.
Gimana sudah
jelaskan sobat? Dan sekarang waktunya untuk membuat bawang merah menjadi
perangsang alami. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan, berikut
salah satunya :
1. 1. Dihalusan,
bawang merah dihaluskan/diblender/ditumbuk untuk kemudian bisa diperas
atau diambil ekstraknya. Perbandingannya
untuk 10 siung bawang merah bisa dicampur air 1 liter.
Penggunaannya bisa disemprotkan
dibatang/daun/calon tunas. Semprotkan 2x/hari selama 1 minggu, setelah itu bisa
disemprotkan seminggu sekali ( selama satu minggu pertama, bekas semprotan
jangan disiram air, cukup media tanamnya saja yang disiram, agar hasil
semprotan bawang tidak hilang kena air).
2. 2. Direndam, bawang merah diiris dan direndam
dengan air perbandingannya hampir sama dengan diatas, (untuk hasil maksimal
rendam selam 1x24 jam). Cara ini biasanya dipakai untuk merendam batang stek
yang akan ditanam, tapi bisa juga dengan disemprotkan ke tanaman.
3. 3. Dioles, bawang merah diiris dan dioleskan ke
bakal tunas. Cara ini biasanya digunakan untuk batang yang akan dicangkok.
Cara tersebut diatas adalah cara yang sudah saya aplikasikan
sendiri, dari ketiga cara tersebut hasilny bevariatif tergantung dari kondisi
tanaman.
Dan juga saya menambahkan bawang putih sebagai pestisida dan
fungisida alami.
Demikian dari saya semoga bermanfaat untuk sobat semua, cara
diatas bisa diaplikasikan ke semua jenis tumbuhan. Karena dari bahan alami
tentunya tidak berbahaya bagi tumbuhan. Selamat mencoba.
Wassalamu’alaikum warohmatulloha wabarokatuh.








0 komentar:
Post a Comment