Tuesday, June 12, 2018

PERANGSANG TUNAS DAN AKAR ALAMI / ORGANIK


Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh..

Mungkin ini post pertama saya di tahun ini (2018). Karena kesibukan dan banyak deadline akhirnya sempat juga menulis disini lagi.

Berawal dari ngobrol bareng teman sesama pecinta tanaman tin/fig/ara. Saat itu kami asik membahas perkembangan dari masing-masing pohon yang kita pelihara, yang rata-rata pertumbuhan tunas dan akar kurang maksimal. Kita berpikir diluar sana banyak dijual pupuk perangsang/penumbuh tanaman yang kebanyakan sintestis/kimia. Dari hal itu kami bertanya-tanya, adakah pupuk perangsang yang alami/organik?

Dari situ kami memanfatkan guru besar kami (google) untuk mecari cara membuat ataupun meracik pupuk organik sendiri, dan ternyata caranya sangat mudah bahkan bahannya sering kita jumpai di rumah kita. “Bawang Merah”  ya itu dia bumbu masak yang tak pernah absen dalam makanan sehari-hari kita. Pertanyaannya kok bisa? Bagaimana caranya? Sebelum membahas caranya mungkin kita belajar dulu tentang pemahaman bawang merah dan kenapa bisa dijadikan perangsang tunas/akar.
Bawang merah/Brambang (jawa) atau dalam ilmiahnya disebut (Allium cepa var ascalonicum (L) Back) yang aslinya berasal dari daerah iran dan Pakistan.
Dalam bawang merah ini terkandung banyak senyawa yang dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan, diantaranya Vitamin B1 (Thiamin) untuk pertumbuhan tunas, riboflavin untuk pertumbuhan tanaman, Allicin dan juga zpt auksin maupun rhizokalin yang dapat merangsang pertumbuhan akar. Allicin dan Thiamin akan membentuk ikatan allithiamin yang mudah diserap oleh sel tumbuhan dan membentuk efek fisiologis dalam pertumbuhan tunas dan daun. sedangkan Auksin bisa memacu protein tertentu yang dapat mengaktifkan enzim untuk memacu pemanjangan sel tumbuhan.



sumber gambar : www.google.com

Gimana sudah jelaskan sobat? Dan sekarang waktunya untuk membuat bawang merah menjadi perangsang alami. Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan, berikut salah satunya :

1.   1.    Dihalusan,  bawang merah dihaluskan/diblender/ditumbuk untuk kemudian bisa diperas atau diambil ekstraknya.  Perbandingannya untuk 10 siung bawang merah bisa dicampur air 1 liter.
Penggunaannya bisa disemprotkan dibatang/daun/calon tunas. Semprotkan 2x/hari selama 1 minggu, setelah itu bisa disemprotkan seminggu sekali ( selama satu minggu pertama, bekas semprotan jangan disiram air, cukup media tanamnya saja yang disiram, agar hasil semprotan bawang tidak hilang kena air).

2.   2.    Direndam, bawang merah diiris dan direndam dengan air perbandingannya hampir sama dengan diatas, (untuk hasil maksimal rendam selam 1x24 jam). Cara ini biasanya dipakai untuk merendam batang stek yang akan ditanam, tapi bisa juga dengan disemprotkan ke tanaman.

3.    3.   Dioles, bawang merah diiris dan dioleskan ke bakal tunas. Cara ini biasanya digunakan untuk batang yang akan dicangkok.


Cara tersebut diatas adalah cara yang sudah saya aplikasikan sendiri, dari ketiga cara tersebut hasilny bevariatif tergantung dari kondisi tanaman.
Dan juga saya menambahkan bawang putih sebagai pestisida dan fungisida alami.
Demikian dari saya semoga bermanfaat untuk sobat semua, cara diatas bisa diaplikasikan ke semua jenis tumbuhan. Karena dari bahan alami tentunya tidak berbahaya bagi tumbuhan. Selamat mencoba.

Wassalamu’alaikum warohmatulloha wabarokatuh.